Salamullahi'alaikum...
Sahabat sekalian yang seAqidah denganku, rupa-rupanya ada perkara penting yang kita terlupa. Kita sedar, tapi kita sedar tak sedar tentang masalah ini. Kita tahu, Tapi kadang-kadang sengaja tak mahu ambil tahu. Kita celik, tapi sekadar dua tiga saat kemudian kembali membutakan mata. Ditutup serapat-rapatnya. Walaupun ada yang membisikkan di telinga kita, untuk mengingatkan kita. Tapi dengan tidak rasa apa-apa kita menjawab, "ini bukan masalah aku!"
Entri kali ini, saya ingin mengajak sahabat sekalian menjengah sebentar ke luar jendela. Memerhatikan keadaan dunia di luar sana, yang semakin hari semakin bermacam ragamnya. Benarlah, realitinya kita sekarang berada ni noktah-noktah terakhir umur Dunia. Apa pun yang kita lihat di luar sana, kembalikan resapannya ke dalam hati supaya ia lebih terkesan. Jangan hanya ambil tahu, tapi cuba rasakan!
Percikan darah anak-anak Gaza di Palestin tidak pernah terhenti. Hari-hari indah bagi kita di bumi Malaysia, adalah neraka kesengsaraan bagi umat Islam di sana. Ratapan si kecil menangisi pemergian si ayah. Esakan tangis si ibu, membayangkan nasib si anak membesar tanpa bapanya. Dua mempelai yang baru disandingkan tidak sempat bermadu kasih. Kujur badan dibasahi darah-darah suci bercampur keringat. Ia takkan terhenti dan akan terus mengalir. Ini realiti, bukan fantasi!
